Ketahui Perbedaan yang Tepat Antara Diet Anak Kucing Dengan Kucing Dewasa yang Belum Diketahui

Jul 04, 2018

Tidah hanya manusia, pada kucing juga dikenal istilah diet. Hal ini dikarenakan risiko obesitas juga menghantuinya. Jika sudah terkena gangguan kesehatan yang satu ini, maka akan menimbulkan penyakit lainnya seperti lever, diabetes melitus, hingga masalah terhadap peredaran darah. Akhirnya, angka harapan hidup kucing kesayanganmu pun akan menurun.

Untuk mengatasi hal ini, diet atau menjaga pola makan merupakan satu-satunya cara untuk mempertahankan kesehatan kucing kesayanganmu. Perlu diingat bahwa meskipun berasal dari jenis yang sama, tetap saja terdapat perbedaan mengatur pola makan untuk anak kucing dengan kucing dewasa.

Apa saja perbedaan diet tersebut? Simak ulasannya di bawah ini:

Kebutuhan nutrisi

Anak kucing yang sedang dalam masa pertumbuhan memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda dengan kucing dewasa. Oleh karena itu, diet untuk anak kucing akan lebih baik jika mengandung protein, energi, vitamin A, B12, dan mineral. Hal ini dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhannya.

Sementara diet pada kucing dewasa sebaiknnya memiliki kandungan energi rata-rata dan mengurangi kandungan lemak. Bagi seekor kucing dewasa, jika senyawa kimia ini sudah berlebihan maka akan berpotensi menimbulkan obesitas.

Apabila seekor anak kucing diberi makan makanan kucing dewasa, maka kemungkinan besar akan mengalami masa pertumbuhan yang lambat.

Asupan protein yang tinggi

Salah satu unsur gizi yang dibutuhkan tubuh seekor anak kucing adalah protein. Apalagi di dua belas bulan pertamanya yang kebanyakan terkait tentang pertumbuhan tulang. Selain itu, sistem pencernaan dan gigi anak kucing pun belum sempurna, maka dari itu ada baiknya mengganti makanan keras dengan protein yang mudah dicerna.

 

Nah, bagaimana mengetahui bahwa seekor kucing kelebihan berat badan dan membutuhkan diet?

Skala penilaian berat tubuh kucing berada pada angka 0-5 atau 0-10. Angka 0 merepresentasikan bobot kucing yang kekurangan berat badan, sementara angka 5 atau 10 menunjukkan kegemukan. Berat badan yang ideal untuk hewan peliharaan yang satu ini berada pada angka 3 untuk skala 0-5 dan 4 untuk skala 0-10.

Secara fisik, kamu pun bisa menilai apakah kucingmu kelebihan berat badan atau tidak dari perutnya. Jika perutnya menggantung, hal ini merupakan sebuah pertanda bahwa dia membutuhkan diet.

Ketika seekor kucing sedang menjalani proses diet, hal ini bukan berarti bahwa dia tidak boleh mendapat makanan. Kamu tetap bisa memberinya makan berupa Royal Canin. Makanan kucing terbaik ini mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan.

Sebagai makanan yang sangat direkomendasikan oleh Dokter hewan. Royal Canin hadir dalam berbagai varian produk untuk beragam jenis kucing, misalnya untuk kitten, adult, mom and kitten, hingga ras kucing tertentu lainnya. Dengan tekstur yang lembut, makanan ini akan memudahkan kucing kesayanganmu dalam mengonsumsinya.

Nah, itu tadi beberapa perbedaan mendasar antara diet anak kucing dengan kucing dewasa. Untuk menghindari terjadinya peningkatan berat badan, ada baiknya untuk mengajak kucing kesayanganmu untuk bergerak dengan cara mengajaknya bermain minimal 20 menit per hari.

Kegiatan ini tidak hanya menjaga berat badannya, tapi juga menghindarkannya dari stres. Salah satu permainan yang bisa kamu lakukan dengan dia adalah permainan mengejar bola.