3 Penyebab Rambut Kucing Rontok

Jan 15, 2018

Pet Mates pasti menginginkan memiliki kucing dengan rambut yang bagus. Rambut kucing yang lebat dan mengkilap merupakan salah satu indikasi dari kucing yang sehat. Tidak perlu menghabiskan banyak waktu dan biaya untuk perawatan, karena rambut kucing yang sehat sebenarnya hanya perlu disisir dengan baik. Kamu bisa membelai rambutnya secara rutin sambil memeriksa apakah ada masalah seperti rambut rontok, terdapat bagian rambut yang jarang, atau iritasi kulit. Pet Mates juga perlu mengetahui apa saja penyebab rambut kucing rontok berikut ini:

 

1. Alergi 

Kucing bisa saja mengalami alergi karena makanan yang tidak cocok, suhu ekstrim, maupun lingkungan yang tidak sesuai. Gejala yang terjadi pada kucing yang terkena alergi umumnya yaitu mengalami iritasi kulit, gatal-gatal, dan ruam pada kulit. Kucing akan sering menjilati area ini sehingga menambah banyaknya rambut yang rontok. 

 

Mengidentifikasi penyebab rambut kucing rontok secara pasti memang tidak mudah. Pet Mates perlu meminta bantuan dokter hewan untuk melakukan serangkaian tes kesehatan. Jika gejala yang terjadi mengarah pada alergi makanan, biasanya dokter hewan akan menyarankan untuk uji coba untuk melakukan eliminasi makanan. Uji coba ini umumnya memakan waktu 2 sampai 3 bulan lamanya. Dokter hewan akan merekomendasikan diet dengan makanan khusus yang dirancang untuk kucing yang menderita alergi makanan.

 

Royal Canin Hypoallergenic and Anallergenic diets secara khusus diformulasikan untuk kucing yang menderita alergi makanan. Makanan ini sangat ideal untuk kucing yang sedang dalam masa eliminasi makanan. Dengan menghindari penyebab alergi, kucing kamu akan lebih sehat dengan rambut yang bagus dan tidak rontok.

 

2. Kutu dan parasit

Kutu dan parasit lainnya merupakan penyebab paling umum dari timbulnya goresan-goresan di kulit kucing. Sedih sekali saat rambut kucing kesayangan kita mengalami kebotakan pada area tertentu yang disebut pitak. Kucing kerap mengalami gatal-gatal dan menggaruk rambutnya. Kerontokan rambut akan makin parah. Jika dibiarkan, kutu dan parasit akan makin cepat berkembang biak.

 

Pet Mates tidak perlu panik karena ada cara mudah untuk mengatasi kutu, yaitu dengan mengoleskan obat tetes topikal di area yang sakit. Pitak-pitak yang disebabkan kutu biasanya banyak bermunculan di punggung kucing. Kamu perlu mengobatinya secara rutin agar kutu dan parasit tidak sempat berkembang biak. 

 

“Perang” melawan kutu dan parasit pada kucing ini penting dilakukan secara total. Selain obat tetes topikal, Pet Mates sebaiknya memisahkan kucing yang sakit dari hewan peliharaan lainnya untuk sementara waktu demi mencegah tertularnya hewan lain. Jangan lupa untuk mencuci tempat tidur dan peralatan kucing lainnya pada waktu bersamaan. Kebersihan lingkungan dapat membantu mencegah rambut kucing rontok.

 

3. Stres

Stres juga dapat menjadi penyebab rambut kucing rontok. Banyak hal yang dapat membuat kucing stres, antara lain perawatan yang berlebihan, perjalanan jauh, maupun kelelahan diajak bermain. Selain itu, pindah ke tempat baru, perubahan rutinitas, dan kebosanan juga dapat menyebabkan stres pada kucing. Kucing akan lebih sering menjilati dan bahkan menggigiti rambutnya. Hal ini akan menyebabkan terjadinya iritasi pada kulit kucing. Kucing yang stres akan mengalami rambut rontok, kusam, dan perilaku yang tidak seperti biasanya. Kebiasaan menggigiti rambut akan menimbulkan bekas botak di beberapa bagian kulitnya. Iritasi juga dapat terjadi di beberapa sisi wajah kucing.

 

Langkah awal yang harus Pet Mates lakukan adalah mengenali apa yang membuat kucing stres. Sebisa mungkin kamu membuat kucing merasa nyaman dan menghindari hal-hal yang tidak disukai kucing. Jika kucing sudah tidak mengalami situasi yang membuat stres, lambat laun kondisi kesehatannya akan membaik.