Cara Mengatasi Adverse Food Reaction (AFR) pada Kucing

Feb 05, 2018

Memelihara kucing butuh perhatian lebih. Pet Mates sebaiknya dapat mengenali tanda-tanda saat kucing memerlukan penanganan khusus. Karena jika dibiarkan, bisa jadi akan berakibat buruk pada kesehatan kucing. Masalah kesehatan yang kerap menjangkiti kucing adalah masalah kulit. Biasanya berupa gatal-gatal, kulit merah, radang, dan rambut rontok. Salah satu penyebabnya adalah Adverse Food Reaction (AFR). Bagaimana cara mengatasi AFR pada kucing?

 

Adverse Food Reaction (AFR) pada Kucing

Adverse Food Reaction (AFR) merupakan reaksi negatif dari sistem kekebalan tubuh kucing terhadap jenis protein tertentu yang dikonsumsi kucing. Gejala yang umumnya terjadi adalah masalah kulit berupa benjolan merah, ruam, dan gatal-gatal. Gejala AFR sering juga ditandai dengan masalah gastrointestinal seperti muntah dan diare. 

 

Mengatasi AFR pada kucing perlu ketelatenan. Pet Mates sebaiknya meminta bantuan dokter hewan untuk mengidentifikasi pemicu dari AFR. Tidak semua jenis protein pada makanan dapat menyebabkan AFR. Setiap kucing memiliki sensitifitas masing-masing terhadap sumber protein tertentu.

 

Selain menyembuhkan gejala AFR dengan obat-obatan topikal, biasanya dokter hewan akan melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa test diagnosa sederhana. Cara terbaik untuk menganalisa penyebab AFR adalah dengan percobaan eliminasi makanan. Percobaan eliminasi makanan ini untuk memastikan apakah masalah yang dialami kucingmu benar-benar disebabkan oleh makanan atau tidak. 

 

Pet Mates harus sabar yaa, karena percobaan eliminasi makanan ini biasanya berlangsung selama 8-12 minggu. Selama itu kucing hanya boleh diberi makanan dengan formulasi khusus yang tidak mengandung alergen potensial. Dalam eliminasi makanan, dikenal istilah diet protein terhidrolisis dan diet protein baru. 

 

 

Diet Protein Terhidrolisis

Untuk mengatasi AFR pada kucing, biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan percobaan eliminasi makanan. Selama eliminasi makanan, kucing hanya akan mengkonsumsi makanan yang bebas dari alergen potensial. Untuk menghindari sistem kekebalan tubuh memberi reaksi negatif terhadap protein, protein tersebut dipecah menjadi partikel kecil (hidrolisis).

 

Protein pada umumnya memiliki struktur yang kompleks yang berisi asam amino individu (blok protein). Proses hidrolisis membagi struktur besar dari protein menjadi unit yang sangat kecil sehingga tidak dapat dikenali sistem kekebalan tubuh sebagai alergen.

 

Diet Protein Baru

Selain diet protein terhidrolisis, diet protein baru juga efektif dalam mengatasi AFR pada kucing. Dalam diet protein baru, kucing diberikan makanan dari sumber protein yang belum pernah dikonsumsi sebelumnya. Sehingga kemungkinan kecil kucing akan memberikan respon negatif. 

 

Anallergenic Diet dari Royal Canin

Diet anallergenic dari Royal Canin menggunakan dua metode sekaligus, yaitu protein terhidrolisis dan protein baru. Diet ini akan membantu kucingmu dalam proses uji coba makanan jangka pendek. Bila gangguan AFR sudah dapat dipastikan penyebabnya, Royal Canin anallergenic diet bisa jadi pilihan makanan  untuk jangka panjang.

 

Royal Canin anallergenic diet diformulasikan dari protein bulu yang unik. Protein bulu merupakan sumber protein alternatif yang jarang digunakan pada makanan hewan. Protein jenis ini hampir tidak memiliki risiko alergi. Sehingga sangat sesaui untuk kucing sedang dalam masa percobaan eleiminasi makanan karena gangguan AFR. Royal Canin anallergenic diet juga mengandung pati jagung yang dimurnikan, yang terbebas dari paparan sumber protein lain. 

 

Untuk membantu masalah dermatologis yang menyertai AFR, diet ini mencakup kombinasi vitamin B dan histidin asam amino kompleks, yang telah terbukti membantu menjaga kelembaban kulit kucing dan memperbaiki kekebalannya.

 

Royal Canin Anallergenic diet juga memiliki beberapa manfaat tambahan untuk kesehatan kucing. Seperti merawat saluran pencernaan dan saluran kemih kucing. Diet ini dapat menjadi solusi pengelolaan nutrisi berkelanjutan untuk kucing.