Cara Menentukan Berat Badan Ideal Anjing yang Perlu Diketahui

Nov 07, 2018

Obesitas atau kelebihan berat badan merupakan masalah yang sering dialami oleh anjing. Banyak anjing mengalami kelebihan berat badan dan terus menjalani pola hidup yang tidak baik. Akhirnya, dari waktu ke waktu, berat badan anjing akan terus meningkat. Mirisnya, banyak pemilik anjing yang tidak menyadari bahwa anjingnya mengalami masalah serius terkait obesitasnya.

Menjaga berat badan ideal anjing sebaiknya selalu menjadi prioritas dalam memelihara anjing. Kelebihan berat badan atau obesitas perlu ditangani sedini mungkin untuk menghindari masalah kesehatan yang lebih serius. Oleh karena itu, Pet Mates perlu mengetahui risiko apa saja yang mengintai anjing jika tubuhnya terlalu gemuk. 

Obesitas pada anjing dapat mengakibatkan berkurangnya stamina. Anjing menjadi lebih mudah lelah karena tubuhnya berat.  Anjing juga rentan mengalami gangguan jantung dan paru. Timbunan lemak dapat mempengaruhi kinerja jantung dan paru. Selain itu, anjing yang kelebihan berat badan juga rentan mengalami masalah persendian. 

Anjing yang mengalami masalah kelebihan berat badan memiliki risiko terkena diabetes lebih tinggi. Jika anjing jatuh sakit, masa penyembuhannya akan lebih lama. Anjing yang mengidap obesitas memiliki daya tahan tubuh yang lebih lemah.

Ternyata cukup banyak risiko kesehatan yang mengintai anjing dengan kelebihan berat badan. Jadi, sudah saatnya kamu peduli dengan berat badan anjingmu. Apakah anjingmu memiliki berat yang ideal, terlalu gemuk, atau terlalu kurus? Berikut ini cara menentukan berat badan ideal anjing yang perlu kamu ketahui:

Salah satu cara yang biasa digunakan untuk menentukan berat badan ideal anjing adalah dengan BCS (Body Condition Scoring). Perhitungan BCS ini bersifat objektif dan tidak selalu berbanding lurus dengan berat badan hewan. Maka tidak heran jika dua anjing dengan berat badan sama, tetapi nilai BCS-nya bisa jadi berbeda.

Nilai BCS ditentukan dalam 5 tingkatan. Yang pertama adalah sangat Kurus. Pada tingkatan ini tulang-tulang tubuh anjing akan tampak dengan jelas. Kalau kamu meraba tubuhnya, maka tidak terasa adanya daging atau lemak. Anjing dapat dikatakan sangat kurus jika  berat badannya 20% di bawah berat badan ideal anjing.

Tingkatan kedua pada BCS adalah kurus. Pada tingkatan ini, tulang-tulang anjing masih terlihat menonjol, namun ketika kamu merabanya akan terasa ada sedikit daging. Anjing pada tingkatan ini biasanya memiliki berat badan 10% lebih rendah dari berat badan ideal anjing.  Tingkat berikutnya adalah anjing yang memiliki berat tubuh ideal.  Tonjolan tulangnya sudah tidak nampak namun ketika diraba masih terasa adanya tonjolan tulang. Tubuh anjing sudah berisi daging dan lemak, namun jumlahnya tidak berlebihan.

Tingkatan berikutnya pada BCS adalah gemuk. Anjing mulai tampak berisi dan sulit menemukan tonjolan tulang jika diraba. Berat anjing pada tingkatan keempat ini sekitar 10% di atas berat badan ideal anjing. Tingkatan terakhir adalah sangat gemuk. Anjing sudah bisa disebut obesitas ketika kelebihan berat badannya lebih dari 20% dari berat badan ideal anjing. Seluruh tulangnya telah tertutup daging dan lemak yang tebal sehingga tidak terasa tonjolannya saat diraba. Perut anjing akan tampak besar dan menggelambir. Kamu perlu menerapkan diet khusus untuk menurunkan berat badan pada anjing yang mengalami obesitas.

Untuk memperoleh berat badan ideal anjing, sebaiknya kamu mengatur pola makan dan aktivitas fisik anjing. Kamu dapat berkonsultasi kepada dokter hewan untuk menemukan cara yang paling tepat untuk anjingmu. Pastikan kamu tidak membuat anjingmu kelaparan ketika sedang menjalani diet.  Kamu dapat memberikannya Royal Canin khusus untuk menurunkan berat badan agar anjingmu tidak memperoleh kalori berlebihan dari makanannya, namun tetap merasa kenyang.

Produk makanan terfavorit ini direkomendasikan oleh para veterinarian (dokter hewan). Pasalnya, pada Royal Canin terkandung semua nutrisi dan gizi yang dibutuhkan oleh seekor anjing agar dapat tumbuh sehat.