7 Cara Mengetahui Kucing Kamu Alergi dan Cara Mencegahnya

Nov 07, 2018

Alergi merupakan masalah kesehatan yang kerap dialami oleh kucing. Salah satu penyebab yang populer adalah makanan. Alergi makanan kucing sering kali dianggap hal sepele. Padahal, jika dibiarkan terlalu lama, kucing dapat mengalami masalah kesehatan yang serius. 

Alangkah baiknya jika Pet Mates mengamati dengan baik perubahan perilaku yang terjadi pada kucingmu. Hal ini sangat penting agar kamu dapat mengetahui lebih dini saat kucingmu terkena masalah kesehatan seperti alergi makanan kucing. Kamu dapat menyimak penjelasan berikut ini tentang 7 cara mengetahui kucing kamu alergi dan bagaimana cara mencegahnya.

Cara Mengetahui Kucing Alergi

Alergi makanan kucing terjadi ketika sistem kekebalan pada tubuh kucing memberikan respon negatif kepada sumber protein tertentu yang bersifat alergen. Reaksi abnormal ini akan terjadi saat sistem kekebalan tubuh yang berusaha melawan sumber protein tersebut.

Tidak hanya itu, ada beberapa cara untuk mengetahui kucing alergi. Apa saja Simak 7 di antaranya berikut ini:

1. Kucing Menggaruk Badannya

Kucing yang menggaruk badannya merupakan hal yang normal. Namun, kamu perlu waspada jika kucingmu terus-menerus menggaruk badannya. Kamu dapat mengetahui apakah kucingmu alergi atau tidak dengan memperhatikan seberapa sering ia menggaruk badannya.

2. Timbul Ruam di Kulit Kucing

Alergi makanan kucing biasanya akan menimbulkan ruam kemerahan pada kulit. Ruam ini akan semakin parah jika kucing terus-menerus menggaruknya. Kamu sebaiknya memeriksa kulit kucingmu, apakah terdapat ruam di kulit kucing atau tidak.

3. Kucing Menjilati Rambutnya

Seperti halnya dengan kucing yang menggaruk badan, menjilati rambut merupakan kebiasaan yang lumrah dilakukan oleh kucing. Namun, lagi-lagi kamu jangan lengah sebab jika ia menjilati rambutnya di luar kewajaran, maka ini bisa menjadi pertanda bahwa kucingmu mengalami alergi makanan kucing.

4. Rambut Kucing Rontok

Cara mengetahui apakah kucingmu alergi atau tidak juga bisa dilihat dari berapa banyak rambutnya yang rontok. Jika rambutnya rontok dalam jumlah yang mengkhawatirkan, sebaiknya kamu segera memeriksakannya ke dokter hewan.

5. Kucing Sering Menggosokkan Kepala ke Perabotan

Gatal-gatal yang dirasakan kucing akibat alergi makanan kucing sering kali tidak terkendali. Kucing seringkali akan terlihat menggosokkan kepalanya ke perabotan untuk menghilangkan rasa gatal di kepalanya. Situasi ini menjadi tanda bahwa kucingmu mungkin sedang mengalami alergi.

6. Kucing Mual dan Muntah

Selain masalah pada kulit, alergi makanan kucing juga dapat mengganggu saluran pencernaan. Kamu dapat mengetahui kucing kamu alergi dengan memperhatikan apakah kucingmu  mengalami mual dan muntah. 

7. Kucing Diare

Diare juga menjadi salah satu gejala ketika kucingmu mengalami alergi makanan kucing. Kamu sebaiknya waspada ketika mendapati kucingmu terserang diare karena bisa jadi dia sedang mengalami alergi.

Cara Mencegah Kucing Alergi

Ketika Pet Mates menjumpai kucing kesayangan terlalu sering menggaruk, menjilat, dan rambutnya rontok, itu bisa menjadi tanda kucingmu membutuhkan perhatian khusus. Perhatikan lebih dekat kondisi kucingmu. Apakah kucingmu mengalami iritasi kulit seperti merah, gatal, dan rambut rontok? Jika iya, maka kamu sebaiknya memeriksakan kucingmu ke dokter hewan. 

Untuk kasus alergi makanan kucing, dokter hewan biasanya akan menyarankan untuk melakukan percobaan eliminasi makanan. Eliminasi makanan adalah proses penghapusan protein yang potensial menjadi alergen dalam makanan kucing. Jadi, dalam kurun waktu 8 sampai 12 minggu, kucing akan diberi makanan baru yang sudah dirancang khusus tanpa protein alergen potensial. Selama masa pemulihan reaksi alergi dari makanan sebelumnya, eliminasi makanan ini bisa membantu membuktikan apakah kucingmu mengalami alergi makanan kucing.

Cara mencegah terjadinya reaksi alergi makanan pada kucing yang terbaik adalah dengan selalu memberikannya makanan Royal Canin. Royal Canin telah dirancang khusus dengan memecah partikel protein sekecil mungkin agar tubuh sulit mengenalinya sebagai alergen. Jadi, kamu tidak perlu bingung lagi untuk memberikan makanan yang tepat untuk kucingmu.