5 Jenis Gangguan Kulit Pada Hewan yang Harus Diwaspadai

Oct 09, 2018

Gangguan kulit merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling sering menyerang hewan. Luka, lecet, gatal, dan kemerahan merupakan beberapa gejala dari gangguan kulit pada hewan. Namun penyebab dari gangguan kulit ini bisa berbeda-beda, sehingga jenis gangguan dan cara penanganannya pun akan berbeda. 

Pet Mates perlu mengenali apa saja jenis gangguan kulit pada hewan yang  harus diwaspadai. Yuk, kita bahas satu per satu!

1. Parasit

Parasit sering menjadi penyebab atas timbulnya gangguan kulit pada hewan. Jenis-jenis parasit pun bermacam-macam. Gejala yang ditimbulkan dapat berupa rambut rontok, ruam kulit, kerak pada kulit, dan rasa gatal. Jamur dan kutu rambut merupakan parasit yang paling sering ditemukan pada anjing dan kucing. 

Parasit sangat mudah berpindah tempat dan menular. Ketika anjing atau kucingmu mengidap parasit di tubuhnya, pisahkan mereka dari hewan peliharaan lain. Parasit juga dapat menular kepada manusia. Pastikan kamu mencuci tangan dengan disinfektan setelah menyentuh hewan peliharaan.

2. Alergi Lingkungan

Kulit anjing dan kucing dapat mengalami gangguan bila terpapar dengan zat yang dapat menimbulkan reaksi alergi. Alergi lingkungan ini termasuk alergi yang pemicunya berasal dari luar tubuh. Sebagai contoh, debu, serbuk bunga, tanaman tertentu, dan suhu yang dingin. Kucing dan anjing akan terlihat lebih sering menggaruk kulitnya yang gatal. Pada kulitnya akan muncul bentol-bentol kemerahan yang dapat menyebar dengan cepat.

3. Alergi Makanan

Selain alergi lingkungan, gangguan kulit pada hewan juga dapat disebabkan oleh alergi makanan. Jenis protein tertentu dapat menimbulkan reaksi alergi pada beberapa hewan. Ini bisa jadi berbeda antara hewan yang satu dengan hewan lainnya. Gejalanya mirip dengan alergi lingkungan, yaitu gatal-gatal, ruam kulit, dan bentol-bentol merah yang muncul di permukaan kulit. Kadang kala alergi makanan juga disertai dengan gejala muntah dan diare.

Sebaiknya kamu memberikan anjing dan kucingmu makanan Royal Canin untuk menghindari risiko alergi. Royal Canin dibuat dari protein yang telah dipecah menjadi partikel kecil sehingga tidak dapat dikenali tubuh sebagai protein yang dapat menyebabkan alergi. Royal Canin juga baik untuk membantu proses penyembuhan penyakit. 

4. Autoimun

Autoimun atau infeksi imunologi merupakan kondisi ketika sistem kekebalan mengenali selnya sendiri sebagai sel asing dan mulai melawannya. Gejalanya seperti rambut rontok, bibir kering, dan kulit yang terkelupas. Ini termasuk penyakit yang jarang menyerang hewan, namun kamu tetap harus mewaspadainya.

5. Kanker Kulit

Tumor dapat tumbuh di area manapun dari tubuh hewan peliharaanmu. Tumor ini bisa jinak dan bisa juga ganas. Tumor dapat tumbuh dengan cepat dan menjadi luka terbuka pada kulit. Luka ini rentan mengalami infeksi jika tidak ditangani dengan tepat. 

Setiap perubahan yang terjadi pada kulit sebaiknya segera diperiksa. Kanker kulit dapat menjadi gangguan kulit pada hewan yang sangat berbahaya. Perawatan secara intensif akan diperlukan jika penyakit memasuki stadium lanjut.

Jika kamu mendapati gangguan kulit pada hewan peliharaan kesayanganmu, jangan ragu untuk memeriksakannya ke dokter hewan. Dokter hewan akan membantu memberikan tindakan yang tepat untuk mengatasi penyakit tersebut. Dokter mungkin akan memberikan resep obat apa saja yang perlu dikonsumsi atau bisa juga dokter akan melakukan tindakan operasi untuk mengatasi gangguan kulit yang menyerang hewan peliharaanmu. 

Untuk menjaga kesehatan kulit hewan peliharaanmu, kamu perlu memperhatikan makanan yang dikonsumsinya. Berikan anjing atau kucing peliharaanmu Royal Canin untuk menjaga kesehatan kulitnya. Royal Canin juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan berbagai penyakit yang bisa mengintai hewan peliharaan.