5 Cara Mengetahui Umur Kucing

Dec 11, 2018

Mengetahui umur kucing ternyata bukan urusan yang mudah. Apalagi jika Pet Mates hanya mengadopsi kucing tanpa tahu kapan waktu lahirnya secara tepat. Pasalnya, jika tidak mengetahui hal ini dengan pasti, maka perlakuan serta makanan yang didapatkan pun bisa tidak sesuai. Lantas, bagaimana cara mengetahui umur kucing? Yuk, simak 5 di antaranya berikut ini:

Rasakan Tekstur Rambutnya

Langkah pertama yang paling mudah Pet Mates lakukan untuk mengetahui umur seekor kucing adalah dengan merasakan tekstur rambutnya. Secara umum, semakin usia hewan peliharaanmu bertambah, maka rambutnya pun akan terasa berbeda.

Kucing dengan usia yang lebih muda mempunyai rambut yang lebih lembut dan penuh, sedangkan jika usianya sudah senior maka rambutnya akan terasa lebih kasar jika diraba.

Perhatikan Jumlah Giginya

Penghitungan usia hewan peliharaanmu yang satu ini juga dapat dilakukan dengan memerhatikan bagian mulutnya, khususnya gigi. Seekor anak kucing yang usianya 2-4 minggu hanya akan memiliki gigi seri. Adapun gigi taring akan muncul di usia 3-4 minggu, sedangkan gigi geraham tumbuh di usia 4-6 minggu. Terakhir, bagi kucing yang telah berada di usia 6 bulan hingga 1 tahun, maka akan memiliki gigi-gigi dewasa.

Lihat Warna Giginya

Selain memerhatikan jumlah giginya, umur seekor kucing bisa diketahui dengan melihat perubahan warna giginya. Pasalnya, gigi kucing akan menunjukkan perubahan seiring bertambahnya usia mereka. Untuk kucing dengan usia 2 tahun, maka giginya akan terlihat sedikit kuning, sedangkan jika telah berada di usia 5 tahun maka giginya akan lebih kuning dari sebelumnya.

Adapun kucing yang telah menginjak usia 10 tahun bahkan lebih, maka semua gigi yang dimilikinya akan terlihat berwarna kuning.

Perhatikan Tingkah Lakunya

Siapa sangka ternyata dengan memperhatikan pola bermain seekor kucing, Pet Mates dapat mengetahui umur seekor kucing. Semakin usia kucing bertambah, maka beberapa kebiasaan dan perilaku pun akan berubah.

Sebagai contoh, kucing yang berada pada fase senior akan bersikap lebih agresif jika didekati. Hal ini disebabkan oleh rasa gugup dan takut yang menghantui seorang kucing senior. Tidak hanya itu, kucing senior lebih senang menghabiskan harinya dengan tidur-tiduran. Sebaliknya, seekor kucing junior justru lebih suka berinteraksi dan bermain dengan manusia. 

Perhatikan Pola Bermainnya

Bukan hanya dari tingkah laku, penentuan umur kucing juga dapat diketahui dari pola bermainnya. Seekor kucing yang lebih muda lebih suka bermain, baik dengan pemiliknya atau benda-benda yang ada di sekitarnya. Selain itu, mereka juga senang untuk berkeliaran serta memiliki rasa keingintahuan yang lebih besar.

Bagi kucing senior mereka lebih cenderung memerhatikan lawan jenisnya. Bukan hanya itu, kucing senior tidak lagi tertarik untuk bermain-main dan malah senang untuk tidur. Sayangnya, jika kondisi sudah seperti ini, maka risiko meningkatnya berat badan pun tidak bisa terhindarkan.

Maka dari itu, asupan nutrisi yang masuk tidak boleh diabaikan. Diperlukan perhitungan yang jelas terkait jumlah nutrisi yang dimakannya hewan kesayanganmu ini agar tidak berlebih dan tidak juga kurang. Terkait hal ini, makanan kucing terbaik dengan gizi dan nutrisi yang seimbang dapat kamu dapatkan pada produk Royal Canin.

Royal Canin mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan oleh seekor kucing agar tetap sehat dan terhindar dari obesitas. Tekstur yang disesuaikan akan membuat semua jenis kucing mudah untuk mengonsumsinya, termasuk kucing kesayanganmu. Hal inilah yang membuat Royal Canin direkomendasikan oleh para dokter hewan.

 

Source

https://royalcanin.pl/blog/prawdopodobnie-najstarszy-zyjacy-kot-na-ziemi-skonczyl-wlasnie-137-kocich-lat/